Raisa & Isyana | Anganku Anganmu

“Women should empower each other instead of being so hateful and envious of one another.”
Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati mematahkan stigma bahwa perempuan itu saling berkompetisi dan menjatuhkan satu sama lain. Di tengah angin kencang yang berhembus di media sosial bahwa mereka berdua tidak akur dan dibanding-bandingkan, sehingga memicu pertengkaran antara penggemar mereka, Raisa dan Isyana justru saling bergandengan tangan, membuat kolaborasi cantik, yaitu sebuah lagu duet berjudul Anganku Anganmu yang dirilis pada 30 Maret 2017.
Kolaborasi ini sudah lama direncanakan dari Maret 2016, tetapi baru-baru ini terealisasikan. Maklum kesibukan masing-masing menyandera mereka untuk bertemu. Persiapannya lumayan panjang dari mulai 4 kali pertemuan secara intens untuk workshop lagu dan menggarap konsep duet ini. Februari 2017 mereka terbang ke Swedia untuk merampungkan lagu Anganku Anganmu di The Kennel Studio
Lagu Anganku Anganmu diciptakan berdua oleh Raisa dan Isyana. Musiknya digarap oleh Ollipop dari The Kennel Studio, dengan co-producer oleh Marco Steffiano. Adapun masteringnya dilakukan oleh Tom Coyne di Sterling Sound, New York. Lagu indah, elegan, yang menyatukan dua kekuatan vokal solois kebanggaan Indonesia ini menampilkan alunan string indah besutan Alvin Witarsa.
“Sudah lama tidak ada penyanyi solo wanita yang berduet bareng. Dan senang banget karena lewat lagu ini kita menyuarakan tentang girl power, tentang kekuatan perempuan untuk saling memberikan dukungan satu sama lain. Juga tentang sebuah mimpi yang bisa dimiliki oleh semua orang, saling membantu untuk bisa mewujudkan dengan caranya masing-masing,” jelas Raisa dan Isyana kompak.

Setiap katamu cerminan hatimu
Jadikan berarti
Jangan sia siakan waktumu tuk membenci

Seperti dalam petikan lirik Anganku Anganmu, lagu ini menjadi antitesa terhadap fenomena di masyarakat yang menggunakan media sosial secara tidak bijak. Terlalu banyak waktu yang disia-siakan hanya untuk menebarkan kebencian, sehingga orang bisa kehilangan energi positif. Raisa dan Isyana adalah penyanyi yang tidak lepas dari para haters di dunia maya. Namun dengan caranya masing-masing mereka memilih untuk melepaskan energi negatif itu dan berfokus untuk berkarya.
Anganku Anganmu adalah kado indah untuk para penggemar mereka, Youraisa dan Isyanation. Kolaborasi mereka tidak terbatas hanya lewat lagu, tetapi juga berbagai gimmick dan aktivitas menarik sudah siap menanti untuk para penggemarnya dan seluruh pencinta musik.

 

#Tentang Raisa dan Isyana
Raisa Andriana (lahir di Jakarta, 6 Juni 1990; umur 27 tahun) atau yang lebih dikenal dengan nama Raisa mulai dikenal publik setelah membawakan lagu berjudul Serba Salah. Bakat menyanyi Raisa muncul sejak usia dini. Di usia 3 tahun, Raisa sering tampil berpura-pura seperti penyanyi sungguhan di atas panggung. Musikalitas Raisa banyak terinspirasi dari musisi kenamaan Amerika Serikat seperti Brian McKnight, Alicia Keys, dan Joss Stone. Hingga kini Raisa sudah merilis tiga album yaitu : Raisa (2011), Heart to Heart (2013), Handmade (2016). Berbagai penghargaan diraihnya, antara lain Anugerah Musik Indonesia 2012 sebagai Pendatang Baru Terbaik-Terbaik. Pada 2012, Raisa meraih penghargaan Anugerah Planet Muzik 2012 sebagai Best New Female Artiste.
Isyana Sarasvati lahir dan dibesarkan di kota Bandung pada 2 Mei 1993 dari lingkungan keluarga pendidik. Cita citanya sejak kecil adalah menjadi seorang komposer sekaligus menjadi konduktor orkestra. Gadis multi talenta ini piawai memainkan sejumlah instrumen musik, antara lain piano, electone, flute, dan saxophone. Demikian juga kemampuan vokalnya yang unik, terutama di genre opera dan pop. Sejumlah prestasi yang telah diraih, antara lain 3 kali Juara Grand Prix Asia Pasific Electone Festival (2005, 2008, 2011); Penampilannya yang cemerlang membawanya terpilih menjadi salah satu dari 15 Composer Electone Dunia, yang tampil di Yamaha Electone Concours (YEC) 2012 di Tokyo, Jepang. Isyana lulus dengan predikat Cumlaude (first class) sebagai Bachelor of Music (Honours) dari Royal College of Music (RCM) London, serta memperoleh Best Graduate Award 2015 dari Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapore dan juga Award dari Embassy of Peru.
Debut album Isyana dirilis pada tahun 2015 dengan hit single antara lain : Keep Being You, Tetap Dalam Jiwa, Kau Adalah, dan Mimpi. Berbagai penghargaan yang diterima diantaranya adalah Anugerah Musik Indonesia 2015 sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik, Indonesian Choice Awards 2016 untuk Album of The Year “Explore.”

STORY OF PETER – RISA SARASWATI (Original Soundtrack “Danur”)

“Story Of Peter” merupakan sebuahlagu yang di tulis oleh Risa Saraswati di tahun 2010. Menceritakan tentang persahabatan seorang anak perempuan dengan hantu-hantu Belanda.
Dengan aransemen kontemporer yang modern dan dinamis, tak menyiratkan bahwa lagu ini bercerita soal hantu. Lagu “story of Peter” di buat upbeat dengan lirik yang ceria. Akan tetapi di balik lagu ini, sebenarnya tertulis bagaimana sosok Peter, dan cara seorang Peter bertemu dengan si anak perempuan bernama Risa.
Lagu “Story Of Peter” ini mendapatkan nominasi AMI Award di tahun 2012. Di aransemen oleh seorang musisi indie asal Bandung bernama EgiAnggara, dan dibawakan oleh Sarasvati, band tempat Risa Saraswati bernaung.
Melalui lagu ini pula kemudian orang bertanya, “siapakah Peter?”.Risa Saraswati akhirnya menuliskan kisah Peter, Hans, Hendrick, William, dan Janshen dalam buku berjudul “Danur”.
Dengan aransemen baru yang di buat oleh music producer, Harry Budiman, lagu “Story Of Peter” kembali dibawakan oleh Risa Saraswati di tahun 2017 ini sebagai Original Soundtrack film “Danur” hasil produksi MD Picture yang diangkat dari buku yang berjudul sama (Re: Danur), yang juga di tuli soleh Risa sendiri.

Ungu – Setengah Gila

Tak terasa 20 tahun sudah UNGU berkarya di dunia musik Indonesia. Sejak berdiri di tahun 1996, band UNGU yang terdiri dari Pasha, Enda, Rowman, Makki dan Onci ini telah melahirkan 12 karya album yang luar biasa yang mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik tanah air.
UNGU melahirkan banyak lagu-lagu hits yang bisa diterima penikmat musik Indonesia, diantaranya seperti Bayang Semu, Demi Waktu, Tercipta Untukmu, Kekasih Gelap, Hampa, Percaya Padaku, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Cinta Dalam Hati, Dirimu Satu, Sayang, Sejauh Mungkin, Terbaik, Andai Ku Tahu, Tanpa Hadirmu dan banyak lagi.
Bukan hanya itu, UNGU juga mampu menunjukkan eksistensi mereka hingga ke industri musik luar negeri. Popularitas UNGU sudah sangat dikenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Berbagai penghargaan baik dalam dan luar negeri pun telah mereka terima dan banyak pencapaian telah mereka raih yang akhirnya membawa UNGU menjadi salah satu ikon band papan atas Indonesia.
Di tahun 2014, saat isu bubar mulai mendera UNGU, band ini mampu bertahan dan tak berhenti menciptakan karya dan akhirnya merilis sebuah album yang berjudul ‘Mozaik’. Di tahun 2016, isu bubar tersebut semakin kencang usai sang vokalis Pasha, resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, dan UNGU merilis single “Tanpa Hadirmu” tanpa kehadiran Pasha sebagai vokalis.
Kini dalam rangka merayakan 2 dekade berkariernya, UNGU kembali dengan formasi lengkap merilis single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”. “Lagu Setengah Gila ini menceritakan tentang orang yang setengah gila dalam mencintai. Lagunya bernuansa pop ballad, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saat di single sebelumnya, vokal diisi oleh saya dan Onci. Jadi tentu rasanya jadi berbeda”, ujar Enda, sang pencipta lagu.
Lagu ini untuk pertama kalinya dinyanyikan UNGU di konser “20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2017 lalu di Esplanade Concert Hall, Singapura. Konser yang merupakan konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura ini, dihadiri kurang lebih 2500 penonton dengan penjualan tiket yang habis terjual. “Inilah saat yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kalinya,” ucap Pasha.
Dan hari ini tanggal 9 Maret 2017, lagu ini secara resmi dirilis di Indonesia bertepatan dengan Hari Musik Nasional. “Setelah hampir 1 tahun UNGU mencoba mecari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan dalam berkarier di industri musik, akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari UNGU versi 2017 dengan new song dan new album”, tutur Pasha.
Lagu “Setengah Gila” ini rencananya akan hadir di album terbaru UNGU mendatang. Dengan adanya single ini, UNGU berharap kekangenan para Cliquers (sebutan fans UNGU) terhadap UNGU dapat terobati. “Yang pasti, Pasha hadir lagi di lagu ini. Harapan kita pastinya lagu ini menjadi lagu yang luar biasa. Kita semua suka banget dengan lagu ini, apalagi suara Pasha menghiasi kembali lagu-lagu UNGU”, tutup Onci

Tiwi – Zonk Lagi

Wanita cantik yang bernama lengkap Prastiwi Dwiarti atau akrab dipanggil TIWI kini come back dengan hits single terbarunya ZONK LAGI, adapun kendala yang sempat TIWI alami pada saat proses rekaman adalah dari mulai bingung memilih beberapa lagu yang akan dijadikan single pertama mana yang akan direlease, sampai pada akhirnya TIWI memantapkan diri dan hati memilih lagu ZONK LAGI sebagai hits singlenya. Lagu yang easy listening, karena dari pertama kali denger udah langsung suka dan yang pastinya BEDA dari lagu – lagu yang pernah TIWI bawakan.

Kalau soal rekaman di studionya karena mungkin lagu ini beda banget sama lagu – lagu TIWI sebelumnya, untungnya ada kak Bowo yang mengarahkan aku untuk bisa nyanyiin lagu ZONK LAGI dengan nyaman dan tetap menjadi TIWI, dan kendala terakhir sih nentuin final arransement nya hahaha… Tapi alhamdulillah orang – orang yang terlibat disini udah kayak kakak aku sendiri, Terima kasih banyak ya udah sabar ngadepin cerewetnya aku, ujar wanita cantik kelahiran Surabaya, 5 Februari 1986 ini. Banyak musisi yang terlibat dalam penggarapan lagu ZONK LAGI, yakni Kang Ajier (T-Five), Kang Dhany Black (GAIA), Bang Inal (Two Triple O) dan Kang Bowo.

Besar harapan lagu ZONK LAGI yang TIWI persembahkan ini bisa diterima, diminati, dicintai oleh semua orang dari semua kalangan. Semoga bisa menjadi ladang rezeki bagi aku dan keluarga, juga semua pihak yang terlibat, baik dari Label, Management, musisi yang terlibat dan khususnya untuk para TIWILICIOUS dan seluruh pecinta musik Indonesia. Harapan untuk aku pribadi sih mudah – mudahan nggak akan stop disini aja, semoga masih bisa berkesempatan untuk menghasilkan karya – karya terbaik selanjutnya

Dessy Afzza – Mati Gaya

Nama Dessy Afzza mungkin sedikit asing di telinga kita. Tapi sudah banyak segudang prestasi di raihnya. Diantara nya Finalis KDI-2 th2005 ( 8besar ) wakil makassar, Juara Favorit Bujang & Dara th2003, Juara 2 Putra Putri Persahabatan Sekaltim th2002, Juara Favorit Putra Putri Samarinda 2003, Juara 1 Suara Dangdut Terbaik Merebut Piala Bupati Kutai Kartanegara th 2002 dll…

Sebelumnya Dessy sudah mengeluarkan 2 single. Yakni Kepo & Gara Gara Batu. Dan tahun ini, Dessy kembali mengeluarkan single barunya yg berjudul Mati Gaya. Lagu yg diciptakan oleh Suto Pranto ini berirama dangdut modern. Sebuah genre yg saat ini sedang happening di industri dangdut Indonesia. Single ini bercerita tentang romantisnya hubungan cinta. Sebuah cerita trend kekinian dan seakan ikut memberikan warna baru ditengah banyaknya artis dan lagu baru di dangdut saat ini. Dessy berharap, lagu ini semakin membuat karya Dessy diterima bagi pecinta musik dangdut.

IG dessyafzza_hidayat_kdi
twitter @DessyAfzza

Wina DH – Lemahkanlah Rasa Cintaku

Penyanyi senior Kota Bandung, Wina DH, kembali ke habitatnya, yaitu Pop Indonesia, lewat single bertajuk “Lemahkanlah Rasa Cintaku” karya cipta Dose Hudaya.

“Saya memang berangkat dari jalur Pop Indonesia, bahkan pertama kali rekaman pun lagu Pop Indonesia, dalam album kompilasi bersama para artis senior seperti Broery Marantika, Emilia Contessa, dan Yopie Latul, dirilis tahun 1989,” paparnya.

Awal hingga medio 90an, penyanyi bernama asli Wina Hartati Rostaman ini gabung dengan grup vokal wanita D’Imut dan D’Hebring. Dua grup wanita cantik ini bernaung di bawah bendera label DHP (DH Production) pimpinan H Dose Hudaya SE,SH,MH.

Sesuai kebijakan bisnis dari label yang menaunginya, Wina sempat berbelok ke jalur Pop Sunda. Penyanyi berteknik vokal handal ini hadir lewat single “Cinta Ibarat Kalangkang” (album Kompilasi Pop Sunda Bentang-Bentang I / 2009), “Gairah Cinta”, “Cinta Nu Salah”, “Panah Cinta” (album Kompilasi Pop Sunda Bentang-Bentang II / 2011), “Malaikat Cinta” (album Kompilasi Pop Sunda Bentang Bentang III / 2013).

Tahun 2011 Wina merilis solo album Pop Indonesia beraroma house music, featuring dengan rapper Iwa K dalam lagu “Susis (Suami Sieun Istri) yang menjadi lagu unggulannya.

Ketika DHP membidik pasar negara-negara tetangga lewat dua volume album kompilasi dangdut koplo, Wina pun dipasang lewat lagu “Keong Racun”, “Bukan Boneka”, “5x”, “Malaikat Cinta”, “Berondong Gila”, dan “Bola Salju”. Dalam “Bola Salju” versi koplo ini Wina featuring dengan Raja Campursari Didi Kempot.

Tahun 2016 Wina akan merilis single Pop Indonesia romantis bertajuk “Lemahkanlah Rasa Cintaku”.

Kecuali “Keong Racun”, semua lagu yang dinyanyikan oleh Wina adalah karya cipta Dose Hudaya.

Bidikannya adalah pasar RBT, dan full track-nya dipasarkan di berbagai online store. Karenanya, lagu cinta tersebut akan dipasarkan dalam format digital.

Adi Liandra – Terimalah Dia yang Malang

Setelah beberapa waktu merilis single barunya berjudul ‘’ Bidadariku ‘’ kali ini penyanyi berkawakan tinggi ini secara spesial mengenalkan barunya dengan merilis ulang single dangdut yang pernah hits di tahun 90 an milik penyanyi senior H.mansyur s berjudul ‘’ Terimalah Dia Yang Malang ‘’ karya H.Mansyur S dengan nuansa music yang berbeda dari sebelumnya tapi dengan tetap membawa bendera dangdut original.

Lewat arranger Ari SM membuat lagu ini makin fresh dengan karakter vocal melayu adi liandra dan balutan music pop dangdut original . Kemantapan adi liandra dengan merilis ulang lagu ini bukan lain karena ingin kembali mengibarkan bendera dangdut original yang mulai tergerus oleh zaman dan perkembangan musik dangdut masa kini dengan tanpa membatasi kreatifitas.

Bercerita tentang prahara realita dalam rumah tangga antara suami dan istri membuat lagu ini makin bercerita dengan alur lirik yang membuat siapa mendengarnya makin terhanyut suasana.

Adi Liandra lahir di Kampung jawa , teluk Belitung – meranti riau , 7 Juli 1979 sebagai penyanyi dangdut melayu ,penulis lagu bahkan menjadi produser bekerja sama dengan label ASR Record.

Adi Berharap di lagu barunya kali ini bisa di terima oleh pecinta music dangdut original dan bisa ikut andil melestarikan budaya dangdut Indonesia.

Terima kasih buat temen temen radio atas supportnya dalam pemutaran kali ini…salam sukses selalu maju terus music dangdut Indonesias

 

Interaksi Media :

FB // Twitter  // IG   : Adi Liandra // @AdiLiandra // Adi Liandra

Label   : #AlunanSenadaRecord #ASRRecord

Supported by  : @halimmusic  Promotion

Ratusan Perantau Pulkam Hadiri HUT Kabupaten Pinrang ke 57

“Sejauh-jauhnya Bangau terbang tinggi akan kembali kesarangnya jua”, sebuah pepatah dahulu yang menggambarkan kedatangan ratusan warga Kabupaten Pinrang dari berbagai pelosok Nusantara untuk hadiri HUT Bumi Lasinrang ke 57 tahun 2017. Mereka tergabung di Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) antara lain dari Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, Sulawesi Tenggara dan berbagai propinsi. Mereka terlihat antusias datang ke Pantai Lowita Kecamatan Suppa tempat diselenggarakannya beberapa event menyambut HUT Pinrang, salah satunya Silaturahmi dengan Bupati Pinrang dan jajarannya, Sabtu (18/2)

Read More

Pelari Afrika Dominasi Lowita Run 10K

Para pelari dari Benua Hitam Afrika mendominasi lomba lari Lowita 10K yang digelar dalam rangka HUT Kabupaten Pinrang ke 57 tahun 2017 yang digelar di Kecamatan Suppa dan finis di Pantai Lowita, Sabtu (18/2). Tercatat juara I, II dan III untuk 10K putra diborong pelari dari Kenya dan Ethiopia yakni Daniel Kiprotich Kogo, Samson dan Sammy Kipkoech Turn dan seemntara Gladys Jepchirchir Cheruiyot asal Kenya meraih Juara I Putri 10 kilometer

Read More

An Nur Travel Permudah Masyarakat Menunaikan Umrah Dengan Menggandeng BRI

An Nur Trevel kembali membuat terobosan baru untuk memberi kemudahan dan kepastian bagi calon jamaahnya dengan menggandeng bank BRI. Komitmen bersama dengan Bank BRI yang diwakili oleh Perwakilan Divisi Internasional Kanwil Makassar tersebut dilaksanakan di kantor pusat An Nur Travel di Kabupaten Sidrap, Kamis (09/02).

Read More