Live Streaming

Acara Saat Ini

OFF AIR
00:00 - 05:20 WITA

Print
25
Apr

LPSE Mendapat Apresiasi Positif dari Legislatif

on Wednesday, 25 April 2012 09:20. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Keberadaan sistem pelelangan serta pengadaan barang dan jasa secara online melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Kabupaten Pinrang mendapat apresiasi positif oleh Legislatif. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi III yang membidangi Pembangunan Ir. H. Abdullah Tappareng kemarin. Dikatakan Abdullah Tappareng bahwa sistem itu mengacu pada Perpres No.54 Tahun 2010 mengantikan Kepres No.80 tahun 2003 tentang sistem pelelangan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. LPSE tersebut kata Legislator PDI Perjuangan ini merupakan salah satu jawaban dari proses tender yang dilakukan selama ini disinyalir rentan praktek KKN karena tidak ada transparansi dalam proses tender, karena Salah satu tujuan LPSE ini adalah untuk meminilisir hal tersebut ditambah lagi untuk meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, efisiensi belanja negara, mempercepat pelaksanaan APBD, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,sampai mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time "tujuan LPSE adalah terciptanya transparansi dan akuntabilitas pada pengadaan barang di pemerintahan sehingga tercipta clean and good government" jelasnya.

Lanjut menurut Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indoensia (IPSI) Kab. Pinrang ini bahwa dengan adanya LPSE tersebut juga menjadi tantangan besar bagi para rekanan atau kontraktor untuk bisa mengetahui sistem Informasi dan Teknologi (Iptek), karena tanpa ada dasar pengetahuan akan hal tersebut maka sudah pasti mereka akan tersisihkan. Dengan LPSE ini, lanjut Abdullah Tappareng memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para rekanan rekanan lokal untuk bersaing karena sistemnya sudah sangat kapabel dan transparan, tinggal sekarang adalah niat baik untuk menjalankan amanah pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, karena menurutnya LPSE ini akan manjadi sebuah filter untuk menyaring keberadaan kontraktor konrtraktor nakal "LPSE akan menjadi seleksi alam bagi mereka dan sudah pasti akan terisish dengan sendirinya".

Sementara menaggapi tentang kesiapan SDM para pengelolah menurut Abdullah Tappareng, LPSE ini hanya media atau alat, bukan menjadi tujuan, karena tujuan hanya tertuang pada prinsip dasar aturan itu sendiri, sehingga dimungkinkan mereka semakin berkembang dengan terus belajar.

Sementara dari data LPSE Kabupaten Pinrang, beberapa item pengadaan telah terpampang dengan jelas diantaranya pengadaan yang berada pada kisaran 1 Milyar lebih antara lain pengadaan eskavator, bulduser dan baby wales pada Dinas Pekerjaan Umum yang nilainya mencapai Rp 3,3 milyar lebih, sementara item pengadaan lainnya yang anggarannya ratusan juta rupaih antara lain pengadaan incenerator pada Badan Lingkungan Hidup yang mencapai Rp 700 jt, pengadaan bahan kimia pada Dinas Pertanian Peternakan sebesar Rp 447,3 juta lebih, biaya jasa pihak ketiga cleaning servis RSU Lasinrang sebesar Rp 500jt dan pengadaan alat alat angkutan darat bermotor mikro bursa senilai 520 jt dan pengadaan gil net pada Dinas Kelautan dan Perikanan senilai 330 jt.

Print
25
Apr

PINRANG JADI SENTRA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN INDONSIA

on Wednesday, 25 April 2012 09:19. Posted in Lintas Daerah

Bupati : Pemerintah Mendukung Program Pemerintah Pusat

(Susia News, Pinrang) Kabupaten Pinrang dijadikan pilot proyek budidaya udang windu Indonesia sekaligus sasaran produsen sebagai sentra pengembangan industriaslisasi perikanan termasuk 3 kabupaten di Indonesia, Kab Tulang Bawang (Lampung), Kabupaten Indramayu (Jawa Baratbar), demikian diungkapkan Kepala Badan SDM Kementrian Perikanan dan Kelautan Prof IR Syarif Wijaya, PHd, pada musyawarah Tudang Sipulung Perikanan Budidaya Se Kab Pinrang, Senin (22/4) di GOR A. Makkulau dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan Bupati Pinrang, para SKPN, Camat dan undangan lainnya.

Bupati Pinrang Aslam Patonangi, mengatakan, Kab Pinrang memiliki sumber daya perikanan yang cukup besar dan merupakan salah satu sektor andalan bagi perekonomian daerah, wilayah pesisir membentang sepanjang kurang lebih 93 Km dengan luas tambak 11,598Ha, capaian produksi udang Tahun 2009 kata Bupati sebesar 3.487,38 Ton dan vannamae sebesar 719,40 Ton

Untuk membangkitkan kembali kondisi pertambakan seperti tahun-tahun sebelumnya, maka pemerintah Kabupaten Pinrang sangat mendukung program pemerintah Pusat yang dialokasikan ke Pinrang, seperti Minapolitan, pengembangan Usaha Mina Pedesaan, Pengembangan Desa pesisir tangguh undas trialisasi Perikanan Budidaya Udang.

Lanjut Bupati, Industrialisasi Perikanan Budidaya udang yang dicanangkan Menteri Kelautan dan Perikanan merupakan proses perubahan system produksi budidaya udang untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas dan skala produksi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, melalui modernisasi yang didukung dengan arah kebijakan. Dikatakan terintegrasi antara kebijakan ekonomi mikro pengembangan infra struktur, system investasi, IPTEK dan SDM untuk kesejatraan rakyat.

Kadis Perikanan dan Kelautan Ir. A. Budaya mengatakan, peserta tudang sipulung diikuti 300 orang, Pemerintah Pusat, Pemprov dan lembaga tehnis, pengusaha perikanan, lembaga perbankan, Kepala SKPD, Camat Lurah / Kades di wilayah pesisir dan para kelompok tani tambak dan wanita pengelolah, disamping 210 dari peserta merupakan purna widya, dari Balai Diklat Aertembaga Bitung.

Print
25
Apr

Syamsul Bakal Oppo Nahkodai PSSI

on Wednesday, 25 April 2012 09:18. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Seiring dengan akan habisnya masa bakti kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) Perastuan Sepak Bola Seluruh Indoneisa Kab. Pinrang, diharapkan akan ada tokoh ataupun insan sepak bola di Kabupaten Pinrang yang akan bersaing menduduki Ketua (Pengcab PSSI) Kabupaten Pinrang untuk menahkodai organisasi persepak bolaan di daerah ini.

Namun hingga kemarin belum ada satupun yang mengambil formulir pencalonan ketua di panitia pelaksana Muscab. Sehingga besar kemungkinan Ketua Pengcab PSSI priode lama, Syamsul Bahri,S.Sos bakal oppo kembali menahkodai Pengcab PSSI Kabupaten Pinrang priode 2012-2016 mendatang, karena tidak ada calon lain yang mampu bersaing dengan icumbant tersebut.

Muscab Pengcab PSSI Pinrang yang siap dilaksanakan kemarin yang akan dibuka Bupati Pinrang, Aslam Patonangi dan dihadiri sejumlah pejabat teras di daerah ini serta pengurus PSSI Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri langsung pelaksana tugas (Pts) Ketua, Syahrir Cakkari,SH dan puluhan pengurus club sepak bola se Kabupaten Pinrang yang berlangsung di Wisma Aman, namun sampai berita ini diturunkan belum ada hasil dari Muscab Pengcab PSSI kab. Pinrang.

Ketua Panitia Pelaksana, Muh Sinrang Rais,SH yang kemarin mengakui, jauh sebelum masa kepengurusan berakhir, pihaknya sebagai panitia telah menyampaikan ke publik tentang perekrutan bakal calon Ketua Pengcab PSSI hingga saat ini belum ada yang mendapaftar bahkan sudah santer diluar khususnya di warung kopi (warkop) banyak insan sepak bola yang ingi maju, namun hal itu belum dibuktikan, karena tak satupun datang mengambil formulir sama panitia, akunya.

Lanjut Sinrang, walaupun sementara Muscab berlangsung, pihaknya tetap memberikan kesempatan setiap warga pecinta bola untuk mendaftarkan diri yang ingin menahkodai Pencab PSSI Pinrang periode mendatang, karena dari 12 pemilik suara yang nangtinya memilih siapa yang menurutnya mampu mempimpin organsiasi sepak bola di daerah ini, katanya.

Print
23
Apr

MUSYAWARAH TUDANG SIPULUNG PERIKANAN BUDIDAYA HARI INI

on Monday, 23 April 2012 03:23. Posted in Lintas Daerah

BPSDM KP dan Pemkab Pinrang Teken MoU Tentang Peningkatan SDM KP

(Susia News, Pinrang) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bersama dengan pemerintah Kabupaten Pinrang melakukan penandatanganan naskah kesepakatan (MoU) tentang peningkatan Sumber Daya Manusian (SDM) kelautan dan perikanan Kabupaten Pinrang. Naskah kesepakatan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan penandatangan bersama Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga Bitung Pola ST. Panjaitan, A.Pi, MM dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang Ir. H. Andi Budaya Hamid. Penandatanganan MoU tersebut dirangkai dengan acara musyawarah tudang sipulung perikanan budidaya yang berlangsung di gedung pemuda dan olahraga Andi Makkoelaoe Pinrang, Senin (23/4) hari ini.

Kabupaten Pinrang menjadi kabupaten pertama di Sulsel tahun ini yang melakukan penandatangan kerjasama dengan pemerintah pusat dalam hal peningkatan SDM KP. Dipilihnya Kabupaten Pinrang selain karena potensi sumberdaya alam di sektor kelautan dan perikanan yang mendukung juga merupakan daerah industrialisasi perikanan budidaya udang windu di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu program KKP tentang Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) juga ada di Pinrang yang pada hari ini diserahkan sertifikatnya kepada kelompok pembudidaya ikan Samaturue Kelurahan Data Kecamatan Duampanua Pinrang. "Salah satu kendala dalam mengembalikan kejayaan udang windu seperti di era tahun 1980-an adalah sumberdaya manusia pelaku utama yakni petambak udang, pembenih dan penggelondong," kata H.P. Akib Ketua Kelompok Pembudidaya udang Samaturue.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang Ir. H. Andi Budaya Hamid mengatakan, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menggenjot produksi dan pendapatan pembudidaya dan nelayan termasuk mengembangkan wirausaha mandiri melalui strategi Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. Melalui industrialisasi, nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun sistem produksi yang modern dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir untuk memasok kebutuhan akan konsumsi ikan di pasar domestik, dan mengembangkan komoditas perikanan unggulan untuk dipasarkan di pasar internasional. Oleh karena itu, kebijakan industrialisasi merupakan langkah transformatif dan terobosan bukan merupakan upaya terpisah dari kebijakan lain atau kebijakan sebelumnya seperti minapolitan, tetapi merupakan upaya terintegrasi yang saling memperkuat dalam rangka percepatan pencapaian peningkatan produksi. "Pemerintah daerah berperan membangun infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, muara sungai dan saluran tambak yang kini sementara berjalan dan sebagian sudah dimanfaatkan masyarakat pembudiaya," katanya.

Untuk mengembangkan Iptek dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan pemerintah pusat melalui BPPP Aertembaga Bitung sejak pertengahan Maret hingga April 2012 sudah melatih 210 pembudidaya dan pengolah udang windu dalam tujuh angkatan. Kepala BPPP Aertembaga Bitung, Pola S.T. Panjaitan, A.Pi, MM mengatakan lembaga yang dipimpinnya merupakan lembaga teknis dibawah Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang bertugas melaksanakan bimbingan dan pelatihan teknis di bidang usaha perikanan. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pembudidaya dan pengolah udang windu di Pinrang maka BPPP Aertembaga tahun ini melaksanakan pelatihan sebanyak tujuh angkatan dengan sasaran 210 pembudidaya dan pengolah udang windu. Dari pelatihan tersebut Kepala BPPP Aertembaga berharap kepada peserta agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan di bidang usahanya. " Tadinya tidak tahu menjadi tahu setelah ikut pelatihan ini sehingga dapat merubah sikap dan keterampilan, dan suatu saat kami akan melakukan evaluasi sejauh mana peningkatan produksi sebagai tolok ukur keberhasilannya," kata Pola.

Menurut Pola, MoU tentang peningkatan SDM KP di Pinrang dalam rangka memerankan pelaku utama dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pinrang. Peningkatan SDM tersebut dalam bentuk pelatihan dengan menghadirkan tim pelatih dari BPPP Aertembaga Bitung ke Pinrang. Materi pelatihan terkait dengan program industrilaisasi perikanan budidaya di Pinrang yang difokuskan kepada komoditi udang windu. "Materi yang kita akan latihkan seperti persiapan lahan untuk tambak, teknologi pemeliharaan, teknik memilih dan memproduksi benur yang berkualitas, dll.," kata Pola. Dari MoU tersebut ia berharap agar Pemkab Pinrang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bisa menganggarkan melalui APBD untuk kegiatan pelatihan. "Selama ini hanya kami yang jalan jadi setelah MoU ini diharap Pemkab Pinrang juga bisa buat anggaran kita bisa jalan sama-sama agar tidak capek," kata Pola.

Pelatihan ini kata Pola akan difokuskan kepada pelaku utama perikanan pembudidaya dan pengolah sedangkan pelatihan untuk aparatur seperti penyuluh perikanan tetap akan diperhatikan kemudian, namun saat ini akan lebih utamakan pelatihan non aparatur sebagai pelaku utama ."Sebenarnya penyuluh sudah punya ilmu dan keterampilan namun perlu diasah kembali tapi untuk saat ini masyarakat pembudidaya sebagai pelaku utama lebih prioritas dalam rangka mengembalikan kejayaan udang windu yang saat ini mulai bangkit kembali," kata Pola. Peningkatan SDM KP tersebut dalam rangka mendukung program industrialisasi perikanan budidaya, minapolitan dan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP). MoU tersebut akan berlangsung selama lima tahun dengan melatih pembudidaya sebanyak-banyaknya dengan kemampuan anggaran yang ada. Setelah itu tentang kelanjutan MoU akan ditinjau ulang.

Seorang Alumni pelatihan Andi Ridwan Hanafi di Jampue berterimakasih kepada BPPP Aertembaga karena ilmu dan keterampilan yang diperolehnya cukup bermanfaat untuk pengembangan usaha penggelondongannya. Selain teori dan praktek lapangan para peserta diberi bantuan sejumlah peralatan ukur kualitas air dari panitia. "Kami benar-benar termotivasi dari pelatihan ini untuk mengembangkan usaha pembibitan udang skala rumah tangga," kata Andi Iwan yang juga sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lanrisang.

Print
23
Apr

SPP Surplus 30 Juta, UPK Sawitto Beramal

on Monday, 23 April 2012 03:22. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Kecamatan Watang Sawitto merupakan 1 dari 12 Kecamatan di Kabupaten Pinrang mendapat alokasi dana pemberdayaan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd). Keberadaannya dalam melaksanakan program tersebut mendapat penghargaan "Award Si Kompak" sebagai juara I Unit Pengelola Kegiatan (UPK) se Kabupaten Pinrang sebagai terbaik pertama. Alasannya cukup jelas karena salah satu indikator penilaiannya adalah para pelaku UPK Kecamatan Watang Sawitto mampu mengelolah keuangan dengan baik khususnya penyaluran kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang setiap tahunnya mengalami surplus. Terbukti, laporan tutup buku tahun 2012 surplus netto mencapai hingga Rp. 36.780.000 juta. Dengan keuntungan yang diperoleh tersebut, UPK Kecamatan Watang Sawitto beramal dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang mengalami bencana alam angin kencang yang melanda Kabupaten Pinrang.

Menurut Fasilitator Kecamatan (FK), Kurnia, ST yang didampingi Fasilitator Tehnik, Siti Marlina, ST dan Ketua UPK Watang Sawitto, Muh Jufri Basri saat ditemui di sekertariatnya, Kamis 19 April kemarin mengakui, laporan tutup buku tahun 2012 ini dalam pengelolaan SPP mengalami peningkatan sangat pesat dibanding tahun sebelumnya yang sempat difisit Rp. Rp.17.652.690 karena dipergunakan untuk berbagai kebutuhan UPK, namun tahun ini mengalami surplus, katanya.

Penyaluran dana SPP sementara berjalan di UPK Watang Sawitto mencapai Rp.600 juta dari 43 kelompok dengan jumlah anggotanya 350 orang. Dari jumlah surplus 30 juta lebih itu dikali 15 persen yang diperuntukkan bantuan sosial menjadi Rp.5.517.000. dana tersebut sudah disalurkan ke berhak menerima. Sedikitnya 14 Kepala Keluarga (KK) tersebar di 8 Kelurahan Kecamatan Watang Sawitto terkena angin kencang diberikan bantuan dan selain bantuan untuk para korban bencana tersebut, UPK Kecamatan Watang Sawitto juga memberikan bea siswa.

Senada dengan Kurnia, ST, Ketua UPK Kecamatan Watang Sawitto, Muh. Jufri Basri menjelaskan, pihaknya selama ini menjalankan tupoksinya sebagai UPK menjalin koordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan, fasilitator dan pelaku PNPM MPd lainnya serta TPK di daerah ini. Sehingga apa yang direalisasikan dan dicapai sesuai Petunjuk Tekhnis Operasional (PTO) yang merupakan pedoman untuk berkerja. Untuk pemberian Anugerah Sikompak Award, Jufri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia dalam hal ini tim penilai yang telah memberikan predikat UPK Watang Sawitto sebagai UPK terbaik dan menerima penghargaan "Award Si Kompak" tahun ini. Pelaku UPK tidak pernah menyangka penghargaan itu diraih UPK Sawitto, karena selama ini UPK bersama teman-teman lainnya hanya berbuat yang terbaik untuk masyarakat sebagaimana prinsip serta visi dan misi PNPM-MPd

Print
23
Apr

Utamakan Kedisiplianan Untuk Mencapai Kesuksesan

on Monday, 23 April 2012 03:21. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Tampuk Pimpinan SMP Muhammadiyah Pinrang berganti. Peralihan Pimpinan tersebut berlangsung Sabtu 21 April kemarin. Sebelumnya tongkat komando SMP swasta yang tertua di Kabupaten Pinrang berada pada genggaman Drs.Muhammad Nasir Padu sebagai Kepala Sekolah beralih kepada Drs.Ansar Hamzah yang terpilih pada pemilihan yang bergulir sejak bulan Maret lalu, yang di ikuti tiga calon Kasek, masing masing Syamsuddin Tammu dan Hj. Suriati, yang juga tenaga pengajar di sekolah tersebut. Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) La Sideng mengatakan memimpin sebuah sekolah tidaak semudah yang di bayangkan. Menurutnya sebuah sekolah laksana sebuah bahtera yang akan memiliki nakhoda, kelasi dan beberapa komponen yang menggerakkan kapal tersebut yang memiliki tujuan yang sama " Ini di butuhkan kerjasama antara satu dengan yang lain, untuk mewujudkan apa yang di cita citakan " kata Lasideng pada pelantikan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah periode 2012 -2016 yang dilangsungkan di aula SMP Muhammadiyah.

Hal yang utama harus dilakukan kata Lasideng adalah mengutamakan trasparansi dalam pengelolaan sekolah. Namun bukan berarti semua hal hal yang ada di sekolah tersebut harus di ketahui oleh publik "Ada sesuatu yang perlu di ketahui orang lain dan ada hal yang perlu di rahasiakan "

Namun yang terpenting adalah komitmen bersama dalam mencapai visi dan misi yang kita inginkan. Pengelola sekolah menurut La sideng harus selalu melakukan inovasi dan kreatifitas sehingga memiliki warna warni dalam menjalankan program sekolah yang ada. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pinrang Drs.H.Muhammad Saleng mengatakan SMP Muhammadiyah Kabupaten Pinrang merupakan sekolah swasta yang pertama pernah berjaya di masanya, sehingga pengelola sekolah harus berusaha mengembalikan kejayaan SMP Muhammadiyah ini " Pada masa kejayaan SMP Muhammadiyah, hampir seluruh ruangan di tempati untuk belajar, karena siswanya membeludak, dan ini harus di raih kembali "

Dia mengatakan sekolah ini telah mencetak ribuan Alumni yang tersebar di berbagai instansi pemerintah dan swasta, sejak di bangun pada tahun 1954 yang lalu. "Jika semua alumni bersatu padu membangun sekolah ini, maka tidak mustahil akan menjadi yang terbesar di Kabupaten Pinrang". Menurutnya salah satu kunci kesuksesan adalah mengutamakan kedisiplinan waktu, baik dari disiplim waktu dalam pembelajaran maupun kehadiran.

Facebook Page