MUSYAWARAH TUDANG SIPULUNG PERIKANAN BUDIDAYA HARI INI
BPSDM KP dan Pemkab Pinrang Teken MoU Tentang Peningkatan SDM KP
(Susia News, Pinrang) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bersama dengan pemerintah Kabupaten Pinrang melakukan penandatanganan naskah kesepakatan (MoU) tentang peningkatan Sumber Daya Manusian (SDM) kelautan dan perikanan Kabupaten Pinrang. Naskah kesepakatan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan penandatangan bersama Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga Bitung Pola ST. Panjaitan, A.Pi, MM dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang Ir. H. Andi Budaya Hamid. Penandatanganan MoU tersebut dirangkai dengan acara musyawarah tudang sipulung perikanan budidaya yang berlangsung di gedung pemuda dan olahraga Andi Makkoelaoe Pinrang, Senin (23/4) hari ini.
Kabupaten Pinrang menjadi kabupaten pertama di Sulsel tahun ini yang melakukan penandatangan kerjasama dengan pemerintah pusat dalam hal peningkatan SDM KP. Dipilihnya Kabupaten Pinrang selain karena potensi sumberdaya alam di sektor kelautan dan perikanan yang mendukung juga merupakan daerah industrialisasi perikanan budidaya udang windu di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu program KKP tentang Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) juga ada di Pinrang yang pada hari ini diserahkan sertifikatnya kepada kelompok pembudidaya ikan Samaturue Kelurahan Data Kecamatan Duampanua Pinrang. "Salah satu kendala dalam mengembalikan kejayaan udang windu seperti di era tahun 1980-an adalah sumberdaya manusia pelaku utama yakni petambak udang, pembenih dan penggelondong," kata H.P. Akib Ketua Kelompok Pembudidaya udang Samaturue.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang Ir. H. Andi Budaya Hamid mengatakan, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menggenjot produksi dan pendapatan pembudidaya dan nelayan termasuk mengembangkan wirausaha mandiri melalui strategi Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. Melalui industrialisasi, nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun sistem produksi yang modern dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir untuk memasok kebutuhan akan konsumsi ikan di pasar domestik, dan mengembangkan komoditas perikanan unggulan untuk dipasarkan di pasar internasional. Oleh karena itu, kebijakan industrialisasi merupakan langkah transformatif dan terobosan bukan merupakan upaya terpisah dari kebijakan lain atau kebijakan sebelumnya seperti minapolitan, tetapi merupakan upaya terintegrasi yang saling memperkuat dalam rangka percepatan pencapaian peningkatan produksi. "Pemerintah daerah berperan membangun infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, muara sungai dan saluran tambak yang kini sementara berjalan dan sebagian sudah dimanfaatkan masyarakat pembudiaya," katanya.
Untuk mengembangkan Iptek dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan pemerintah pusat melalui BPPP Aertembaga Bitung sejak pertengahan Maret hingga April 2012 sudah melatih 210 pembudidaya dan pengolah udang windu dalam tujuh angkatan. Kepala BPPP Aertembaga Bitung, Pola S.T. Panjaitan, A.Pi, MM mengatakan lembaga yang dipimpinnya merupakan lembaga teknis dibawah Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang bertugas melaksanakan bimbingan dan pelatihan teknis di bidang usaha perikanan. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pembudidaya dan pengolah udang windu di Pinrang maka BPPP Aertembaga tahun ini melaksanakan pelatihan sebanyak tujuh angkatan dengan sasaran 210 pembudidaya dan pengolah udang windu. Dari pelatihan tersebut Kepala BPPP Aertembaga berharap kepada peserta agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan di bidang usahanya. " Tadinya tidak tahu menjadi tahu setelah ikut pelatihan ini sehingga dapat merubah sikap dan keterampilan, dan suatu saat kami akan melakukan evaluasi sejauh mana peningkatan produksi sebagai tolok ukur keberhasilannya," kata Pola.
Menurut Pola, MoU tentang peningkatan SDM KP di Pinrang dalam rangka memerankan pelaku utama dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pinrang. Peningkatan SDM tersebut dalam bentuk pelatihan dengan menghadirkan tim pelatih dari BPPP Aertembaga Bitung ke Pinrang. Materi pelatihan terkait dengan program industrilaisasi perikanan budidaya di Pinrang yang difokuskan kepada komoditi udang windu. "Materi yang kita akan latihkan seperti persiapan lahan untuk tambak, teknologi pemeliharaan, teknik memilih dan memproduksi benur yang berkualitas, dll.," kata Pola. Dari MoU tersebut ia berharap agar Pemkab Pinrang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bisa menganggarkan melalui APBD untuk kegiatan pelatihan. "Selama ini hanya kami yang jalan jadi setelah MoU ini diharap Pemkab Pinrang juga bisa buat anggaran kita bisa jalan sama-sama agar tidak capek," kata Pola.
Pelatihan ini kata Pola akan difokuskan kepada pelaku utama perikanan pembudidaya dan pengolah sedangkan pelatihan untuk aparatur seperti penyuluh perikanan tetap akan diperhatikan kemudian, namun saat ini akan lebih utamakan pelatihan non aparatur sebagai pelaku utama ."Sebenarnya penyuluh sudah punya ilmu dan keterampilan namun perlu diasah kembali tapi untuk saat ini masyarakat pembudidaya sebagai pelaku utama lebih prioritas dalam rangka mengembalikan kejayaan udang windu yang saat ini mulai bangkit kembali," kata Pola. Peningkatan SDM KP tersebut dalam rangka mendukung program industrialisasi perikanan budidaya, minapolitan dan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP). MoU tersebut akan berlangsung selama lima tahun dengan melatih pembudidaya sebanyak-banyaknya dengan kemampuan anggaran yang ada. Setelah itu tentang kelanjutan MoU akan ditinjau ulang.
Seorang Alumni pelatihan Andi Ridwan Hanafi di Jampue berterimakasih kepada BPPP Aertembaga karena ilmu dan keterampilan yang diperolehnya cukup bermanfaat untuk pengembangan usaha penggelondongannya. Selain teori dan praktek lapangan para peserta diberi bantuan sejumlah peralatan ukur kualitas air dari panitia. "Kami benar-benar termotivasi dari pelatihan ini untuk mengembangkan usaha pembibitan udang skala rumah tangga," kata Andi Iwan yang juga sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lanrisang.






