Live Streaming

Acara Saat Ini

Musik & News
06:00 - 08:00 WITA
Lintas Daerah + Buletin Pagi + Musik Dangdut Pagi
Host : Hasanuddin CH
Print
06
Oct

KPA PINRANG : 13 PENDERITA HIV/AIDS TERDETEKSI 2011

on Thursday, 06 October 2011 10:00. Posted in Lintas Daerah

aids(Susia News, Pinrang) Penularan penyakit mematikan dan belum ditemukan obatnya yakni HIV/AIDS di Kabupaten Pinrang mengalami kecenderungan peningkatan, terbukti sepanjang 2011 ini sudah terdata 13 orang mengidap menyakit tersebut. Demikian yang diungkapkan Aktivis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Pinrang A. Baktiar Tombong kepada SUSIA NEWS kemarin. Dijelaskan Baktiar bahwa angka tersebut merupakan data yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan karena sudah melalui Voluntary Conseling and Testing (VCT) yang merupakan proses pemeriksaan positif tidaknya seseorang terjangkit HIV Aids dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV.

Menurut Baktiar Tombong untuk bulan Agustus-September 2011 ditemukan 3 kasus dimana yang paling terakhir adalah PSK yang terjaring dalam operasi rutin aparat kepolisian bersama Satpol PP beberapa waktu lalu pada sebuah kafe remang-remang yang ada dikota Pinrang. Baktiar menolak menyebut nama dari PSK tersebut karena memang menurut aturan yang ada harus dirahasiakan, tetapi oleh KPA Pinrang sudah menyampaikan kepada germo atau mucikarinya untuk tidak menerima tamu dulu demi menghindari penyebaran penyakit tersebut, tetapi menurut Baktiar pihaknya tidak sampaikan kepada yang bersangkutan dan sang germo kalau sudah positif HIV.

Lanjut menurut Baktir Tombong bahwa inilah yang ditakutkan KPA, PSK yang berasal dari luar daerah tersebut datang dengan penyakit mematikan tersebut, diperkirakan sesuai hasil wawancaranya dengan yang bersangkutan, PSK tersebut mengaku kalau dalam 1 hari biasanya bisa melayani 2 pelanggan, sementara keberadaannya sudah 2 bulan di Pinrang jadi bisa dikalkulasi sekitar 120an lebih pelanggan yang kemungkinan besar tertular bila tidak menggunakan pengaman atau Kondom.

Ditambhakannya bahwa KPA sudah bekerjasama dalam operasi rutin ke kafe remang-remang oleh Kepolisian dan Satpol PP untuk ikut melacak keberadaan PSK yang kemungkinan mengidap HIV, dan bila memang positif melalui VCT maka pihak KPA akan mengambil alih dengan langkah selanjutnya dengan pengobatan cidifor kerumah sakit rujukan di Makssar. Sementara yang menjadi kendala dilapangan adalah soal test VCT yang memang tidak bisa dipaksakan, dan itulah kendala KPA dalam pemeriksaan VCT yang diperiksa tidak bisa dipaksanakan tetapi dengan sukarela. Pihaknya menolak kata Baktiar Tombong kalau ada anggapan KPA memaksakan kehendak untuk melakukan pemeriksaan, walaupun sudah bekerjasama dengan aparar berwajib tetapi sekali lagi katanya pemeriksaan positif atau tidaknya resiko tinggi dalam hal ini para PSK khususnya sesuai dengan kehendak mereka, kalau yang bersangkutan menolak memeriksakan diri maka tidak ada pemaksaan.

Dalam kesempatan ini pihaknya mengharapkan agar masyarakat berhati hati khususnya para pengunjung kafe remang-remang yang masih banyak beroperasi di Pinrang walapun rutin di razia, agar tidak melakukan transaksi seks bebas, walaupun seumpanya tidak bisa terhindarkan maka sebaiknya memakai pengaman, karena KPA sudah menyiapkan Outlet ditempat tempat tersebut secara gratis.

Lanjut menurut Baktiar Tombong bahwa sepanjang keberadaan KPA di Kabupaten Pinrang sudah lebih dari 40an kasus didapatkan, dan sebagian besar menimpa generasi muda yang masih produktif, sisanya adalah perantau yang terpapar HIV/AIDS disana dan PSK pendatang dari luar Kabupaten Pinrang. Sementara kasus kasus yang terdeteksi tersebut hanya sebagian kecil yang terdeteksi melalui pemeriksaan VCT.

Penderita HIV AIDS ini seperti fenomena gunung es yang hanya sebagian kecil terlihat tetapi diluar itu masih jauh lebih besar jumlahnya. Dan penyakit ini tidak sama dengan penyakit menular lainnya yang bisa ditandai melalui diagnosa dokter atau dengan melihat langsung, karena HIV AIDS baru bisa terdeteksi kalau melalui VCT yang didaerah ini terdapat di Rumah Sakit Umum Tipe C Lasinrang.

Print
05
Oct

DARWIS BASTAMA : PEMBANGUNAN HARUS ASPIRATIF & PARTISIPATIF

on Wednesday, 05 October 2011 10:02. Posted in Lintas Daerah

darwis-bastama(Susia News, Pinrang) Sejatinya pembangunan yang terus digalakkan khususnya di Kabupaten Pinrang harus ada pelibatan secara aspiratif dan partisipatif masyarakat, melalui koridor dan prosedur yang jelas, khususnya yang disepakati dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan juga melalui aspirasi langsung dan temu konstituen Anggota DPRD.

Demikian yang disampaikan Ketua DPRD Kab. Pinrang Ir. Muh. Darwis Bastama kepada SUSIA NEWS diruang kerjanya kemarin. Dikatakan Darwis Bastama bahwa yang terjadi sekarang ini seakan akan mekanisme Musrenbang khususnya tidak lagi menjadi acuan dalam perencanaan penganggaran pembangunan melalui APBD Kabupaten Pinrang, indikatornya karena banyaknya kekecewaan dan keluhan masyarakat yang merasa aspirasi atau kepentingan mereka dalam Musrenbang ternyata tidak terpenuhi, bahkan ada yang sampai lima tahunan aspirasi pembangunan mereka tidak diakomodir di APBD. Atas dasar itulah kata Darwis Bastama, pihaknya selaku pimpinan Legislatif Kabupaten Pinrang akan melakukan langkah strategis dan inovatif dengan berusaha mengawal keseluruhan aspirasi masyarakat melalui Musrenbang maupun melalui wakilnya di DPRD, dengan jalan melakukan pembahasan lebih awal dengan para SKPD sebelum penyusunan KUA – PPAS APBD pokok 2012. Pembahasan tersebut akan dilakukan melalui Komisi Komisi DPRD Kabupaten Pinrang dengan para mitra SKPDnya sehingga diharapkan akan mampu meminimalisir aspirasi dan partisipasi masyarakat melalui Musrenbang tidak terakomodasi dalam APBD 2012 nantinya.

Diharapkan Darwis Bastama langkah tersebut akan mampu diaplikasikan oleh para wakil rakyat melalui Komisi, dan untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi langsung dengan para legislator yang ada untuk menyamakan persepsi, agar perjuangan DPRD untuk masyarakat melalui APBD 2012 bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Setelah itu akan dilakukan Rapat kerja (Raker) melalui Komisi dengan para SKPD.

Diakui Darwis Bastama bahwa dengan langkah tersebut memungkinkan pembahasan APBD 2012 akan berlangsung alot, tetapi hal ini harus dilakukan pihaknya karena bagaimanapun mekanisme pembangunan sangat jelas dan partisipatif, dan diposisi ini DPRD juga mempunyai kewenangan yang jelas sesuai dengan fungsi penganggaran yang melekat pada Institusi ini. Dan pihaknya mengharapkan SKPD tidak main main dengan mekanisme ini karena mempunyai landasan regulasi yang jelas, dan Legislatif punya kewenangan untuk mengurangi Pagu Anggaran tiap SKPD, bila ternyata mereka tidak mengakomodir keinginan masyarakat tersebut melalui Musrenbang ataupun aspirasi melalui wakilnya di DPRD kabupaten Pinrang. Kata darwis Bastama pihaknya yakin langkah ini akan didukung oleh pemerintah daerah karena jelas akan sangat bersinergi dengan berbagai program kerja untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam APBD 2012 nantinya, dan keinginan masyarakat tersebut tidaklah muluk muluk, paling hanya jalan-jalan tani, penggalian saluran irigasi ataupun dekker dan lainnya, yang tidak memerlukan penganggaran yang banyak.

Lanjut menurut Legislator Partai Golkar ini bahwa kini saatnya para wakil rakyat tampil kedepan untuk masyarakat yang diwakili melalui daerah pemilihan mereka masing masing, karena jangan sampai masyarakat tidak mempercayai lagi mekanisme pembangunan melalui Musrenbang, karena sekarang ini kondisinya sudah mulai kesana karena kurangnya penyerapan aspirasi masyarakat akan pembangunan melalui APBD.

Print
03
Oct

Lagi, Polres Pinrang Bekuk Pelaku Sabu Sabu

on Monday, 03 October 2011 11:53. Posted in Lintas Daerah

sabu-sabu(Susia News, Pinrang) Maraknya pengedar dan pemakai Narkoba di Kabupaten Pinrang tidak mengenal waktu, hingga pihak kepolisian semakin ujuk gigi dalam melakukan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) diberbagai lokasi yang dinilai selama ini dicurigai tempat para pencandu barang haram tersebut beroperasi atau melakukan pesta Narkoba. Dengan operasi yang digelar setiap saat tersebut, petugas Kepolisian yang tergabung di Reskrim Polres Pinrang berhasil membekuk sejumlah pemakai di berbagai tempat.

Setelah sebelumnya berhasil meringkus sejumlah pemakai sabu sabu dimana salah seorang diantaranya adalah oknum PNS, yang bernama Jonardi seorang Pegawai di Setkab Pinrang dan Muh Tang oknum Kepala SD di Kecamatan Paleteang serta dua lainnya kalangan masyarakat, yang diketahui bernama Amad dan seorang perempuan bernama Bunga, yang diamankan beberapa hari lalu di Paleteang.

Kini hanya beberapa hari setelahnya polisi kembali menggerebek dan mengamankan 1 orang pengawas proyek PT. MJ bernama (Ikbal) yang ditemukan membawa sejumlah Barang Bukti sabu sabu diatas mobil salah seorang temannya yang diduga milik anak Ketua Gapensi Kabupaten Pinrang, 28 September kemarin.

Menurut Kapolres Pinrang, AKBP Akhmad Jamal, M.Si, S.Ik melalui Kasat Reskrimnya, AKP Ilyas Ardy, SH diruang kerjanya mengungkapkan, hanya berselang 3 hari setelah menangkap pelaku MT bersama tiga rekannya itu. Pelaku IK tertangkap disaat polisi melakukan Operasi Cipkon di jalan poros Pekkabata – Pinrang dan langsung menggerebek tas milik Ikbal yang pada saat itu mengendarai mobil milik NW dengan nomor polisi DD 69 NM yang saat ini juga ikut diamankan Polres Pinrang.

Menurutnya, ketika tersangka Ikbal diambil keterangannya pihak penyidik, pelaku mengakui membawa sejumlah barang bukti dan merupakan miliknya yang saat ini berhasil disita pihak Kepolisian diantaranya, 1 tas berisi pipet plastik berisi sisa sabu sabu, 3 korek api, jarum sumbuh dan satu unit mobil DD 69 NM. Sementara NW saat ini masih status saksi dalam kasus tersebut, namun kata Ilyas Ardi pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah NW terlibat atau tidak.

Dikatakan Ilyas Ardi, NW belum ditetapkan sebagai tersangka karena sampai saat ini belum terbukti ikut terlibat, pihaknya tidak bisa menetapkan sebagai pelaku, karena keterangan tersangka dihadapan Polisi tidak menyebutkan NW sehingga dengan demikian NW tersebut sampai saat ini hanya sebatas saksi saja. Sembari menambahkan, berdasarkan sumber siapa pengedar sabu sabu selama ini, pihaknya sudah mencurigai beberapa oknum, namun diantara itu satu target operasi yakni, pengedar, Andika yang sudah dilakukan penggerebekan dirumahnya, namun melarikan diri, katanya.

Print
03
Oct

Wabup Optimis Desa Makkawaru Berprestasi di P2WKSS

on Monday, 03 October 2011 11:51. Posted in Lintas Daerah

a-kaharuddin(Susia News, Pinrang) Dengan kondisi pembangunan Desa Makkawaru Kecamatan Mattiro Bulu, suatu prestasi yang cukup membanggakan selama ini.

Makanya sebagai motivasi, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang memberikan kepercayaan desa ini mengikuti lomba terpadu P2WKSS, GSI dan BKB tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2011. Dengan keberhasilan tersebut, Wakil Bupati bersama masyarakat optimis desa ini masuk tiga besar.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Pinrang, Drs H. A Kaharuddin Mahmud dalam sambutan saat penilaian lomba P2WKSS di Desa Makaawaru, Selasa 27 September. Wabup Kaharuddin Mahmud menjelaskan, dengan kehadiran tim penilai di daerah ini, Pemkab Pinrang bersama masyarakat marasa terhormat dengan kedatangan tim untuk melihat langsung terhadap apa yang telah dilakukan selama ini dan menjadikan momen ini sebagai motivasi dalam meneruskan pembangunan secara adil dan merata. Diakui dia, lomba terpadu P2WKSS se-Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini mengacu keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI tentang pedoman umum revitalisasi program terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahterah (P2WKSS). Selain peraturan tersebut dilengkapi juga peraturan Menteri Dalam Negeri tentang pedoman pelaksanaan P2WKSS menuju Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera di daerah.

Dengan lomba ini bagaimana bertujuan memotivasi masyarakat untuk berpacu dalam kegiatan pembangunan pada aspek kehidupan masyakat dengan menitikberatkan dalam usaha gotong royong dan swadaya masyarakat. "Sehingga secara bertahap dan pasti kesejahteraan masyarakat dapat terangkat yang manfaatnya dapat dirasakan perempuan khususnya bersama keluarganya," ujar Kaharuddin. Lanjut Kaharuddin, melalui lomba P2WKSS hanyalah sasaran, yang terpenting bagaimana memberikan motivasi dan pemahaman masyarakat khususnya kaum perempuan untuk memacu diri dalam pembangunan dengan tidak meninggalkan budaya gotong royong dan swadaya masyarakat. Sehingga secara bertahap dan pasti sejahtera melalui rumah binaan yang sebelumnya kurang layak huni menjadi layak huni.

Bertitik tolak dari hal tersebut, semangat dan aktivitas nyata masyarakat bersama jajaran pemerintah desa, organisasi masyarakat yang ada dalam upaya menciptakan, melalui keamanan dan ketertiban, kebersihan lingkungan menjadi indah dan nyaman. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat Desa Makkawaru yang telah mencapai dan sampai penilaian lomba ini agar dipelihara bahkan lebih ditingkatkan. Sehingga dapat memberikan dorongan dan semangat serta contoh kepada desa lainnya yang belum pernah ikut lomba. Dengan kondisi itu, dia yakin Desa Makkawaru kali ini dapat dipertimbangkan masuk tiga besar lomba P2WKSS tingkat Provinsi Sulsel.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kabupaten Pinrang, Drs H Alimin MSi melalui salah seorang Kepala Bidangnya, Drs H Mursen mengatakan, berbagai kelebihan yang telah ditonjolkan desa ini, sehingga wajar mewakili Pinrang dalam lomba terpadu P2WKSS tahun ini. Beberapa indikator dan sasaran yang harus terpenuhi untuk masuk lomba itu, sehingga sangat tepat ketika Desa Makkawaru berhak menjadi contoh dengan desa lainnya yang ada di Kabupaten Pinrang. Indikator yang dimiliki tersebut, selain bidang kesehatannya cukup lengkap, kelembagaan di desa itu, BKB, BKL, BKR dan KB, PKK, dan perkoperasiannya memadai juga sektor pertanian cukup mendukung. Belum lagi sektor pendidikan dan tata ruang, itu semuanya dipertimbangkan termasuk usaha, perdagangan, dan perindustrian di desa ini.

Print
03
Oct

Fajar Grup Siap Investasi di Pinrang

on Monday, 03 October 2011 09:55. Posted in Lintas Daerah

(Susia News, Pinrang) Rombongan Road Show Fajar Grup di Bumi Lasinrang mendapat sambutan positif masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang.

Rombongan diterima langsung Bupati Pinrang, Aslam Patonangi di rumah jabatan (Rujab) bupati, Rabu 28 September. Kehadiran puluhan petinggi Fajar Grup di daerah ini memberikan semangat baru terhadap perkembangan perekonomian, sektor pendidikan dan pertanian. Itu setelah manajemen Fajar Grup menyatakan tertarik berinvestasi di daerah ini.

Bupati Pinrang, Aslam Patonangi dalam sambutan penerimaannya mengatakan, untuk membangun Kabupaten Pinrang saat ini maupun ke depannya, pihaknya berkeinginan menggalang berbagai investor dan stakeholder masuk di Pinrang. "Makanya kami banyak mempromosikan berbagai hasil dan potensi yang dimiliki daerah ini di berbagai daerah yang dikunjungi. Sehingga bisa sharing dengan daerah lain," ujarnya.

Bupati terharu dengan adanya launching mekanisasi pertanaman padi di Kabupaten Sidrap. "Justru Kabupaten Pinrang tidak dapat. Padahal kita kenal daerah Pinrang memiliki sumber mata air cukup membantu Kabupaten Sidrap dan beberapa daerah tetangga lainnya. Olehnya itu, kami berharap perhatian Fajar Grup terhadap hal itu agar daerah ini juga mendapat perhatian sama," harap bupati.

Sementara itu Direktur Utama PT Media Fajar, H Syamsu Nur mengakui, apa dimiliki Kabupaten Pinrang cukup besar masa depannya. Berbagai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup. "Dengan memasuki usia 30 tahun ini, menuntut kita terus berbuat sesuatu untuk kemajuan daerah khususnya kemajuan Kabupaten Pinrang. Sebagai media bagaimana membangun kemitraan, karena sebuah media dapat berkembang hanya pada daerah yang berkembang. Seperti halnya di Kabupaten Pinrang punya potensi dan langkah maju terus untuk berkembang. Jadi kewajiban kami bersama-sama memberikan semangat dan terus bekerjasama," katanya.

Syamsu Nur menambahkan, dengan kehadiran rombangan Fajar Grup merupakan suatu rahmat untuk saling mengenal dengan masyarakat Pinrang. "Sehingga apa yang kita dapatkan dan membangun daerah secara bersama-sama. Suatu langkah maju dan tidak semua daerah memiliki. Khususnya Bupati Pinrang selama ini menjalankan roda pemerintahannya selalu bersedia siap menerima kritikan yang sifatnya membangun," tandasnya.

Print
20
Sep

Menengok Aktivitas Warga SMS Membangun Swadaya

on Tuesday, 20 September 2011 00:36. Posted in Lintas Daerah

Kunker Ketua DPRD di Puncak Gunung Pasanglambe

lembang-mesakada

Desa Lembang Mesakada salah satu desa terpencil yang selama ini terisolir karena aspek transportasi yang tidak memadai, namun antusiasme masyarakat di daerah tersebut dalam menjalani kehidupan dengan mengandalkan tanaman palawija dan Holtikultura yang setiap panen melimpah ruah sangat terlihat. Akan tetapi, laksana kata pepatah "maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai". Niat mendapatkan harga hasil produksi komoditasnya yang melimpah, namun karena fasilitas sarana dan prasarana infrastruktur yang masih kurang mendukung mengakibatkan harga seringkali anjlok bahkan kadang tidak bisa dipasarkan. Untuk menyikapi infrastruktur yang minim tersebut yang dilakukan masyarakat adalah dengan memupuk kebersamaan dengan bergotong royong dan berswadaya dalam memperbaikinya.

Tingginya sifat kegotong royongan masyarakat Lembang Mesakada, dalam hal ini Suppirang dalam membangun desanya cukup memberikan respon pada sejumlah kalangan. Dan kebersamaan dalam membangun desa, bukan saja dilakukan oleh warga yang bermukim di desa itu, namun beberapa putra desa yang berhasil di perantauan semisal dari Kalimantan , Jawa dan Sumatera bahkan dalam kawasan Sulsel dan Sulbar tidak mau ketinggalan untuk memberikan dukungan material dalam memperbaiki daerahnya

Salah satu bukti nyata yang telah dipersembahkan warga Suppirang, Mesakada dan Sali Sali (SMS) selama ini adalah dengan membangun rumah ibadah yang hanya mengandalkan swadaya dengan mengumpulkan dana 238 juta yang bersumber dari berbagai donator. Rumah ibadah Messewa Desa Lembang Mesakada yang berdiri megah di atas puncuk gunung itu beberapa waktu lalu telah diresmikan langsung oleh Bupati Pinrang, Aslam Patonangi disaksikan Ketua DPRD Pinrang, Muh Darwis Bastama dan Vikaris episkopalis Sulbar dan keuskupan agung Makassar.

Meskipun pembangunan rumah ibadah ini hanya mengandalkan partisipasi masyarakat dan membutuhkan waktu cukup lama, namun hal itu merupakan sebuah kebanggaan yang tidak ternilai, sehingga rumah ibadah yang sebelumnya pernah rusak berat akibat angin puting beliung tersebut mampu didirikan kembali dan ditempati untuk beribadah.

Selain itu, beberapa sarana lainnya semisal sejumlah jembatan yang sering mengalami kerusakan dan memutuskan arus transportasi, juga tidak luput untuk dibangun kembali dengan gotong royong. Karena melihat kebutuhan yang sangat mendesak, warga daerah tersebut selalu mengutamakan kerjasama dalam membangun desa dan kompak setiap melangkah untuk kepentingan masyarakat umum. Dan hasil kerja tersebut membuahkan hasil dimana melalui budaya gotong royong, sedikitnya 3,5 km jalanan yang menghubungkan ketiga desa, Suppirang, Mesakada dan Sali-sali kini dapat dilalui kendaraan beroda empat.

Sejumlah warga yang ditemui di Mesakada saat itu mengakui, apa yang dilakukan oleh mereka melalui swadaya bukanlah berarati Pemerintah dan DPRD tidak memperhatikan sama sekali, karena yang ada sekarang ini juga merupakan perhatian salah seorang wakil rakyat yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Pinrang, Muh Darwis Bastama yang banyak memperhatikan masyarakat di pegunungan, sehingga apa yang dirasakan warga di desa lain juga sedikit dirasakan masyarakat Desa Lembang Mesakada.

Facebook Page